Cara Menghilangkan Disk Checking Windows 10


Cara Menghilangkan Disk Checking Windows 10

Disk checking adalah fitur bawaan Windows yang secara otomatis melakukan pemeriksaan kesalahan pada hard drive. Fitur ini biasanya dijalankan saat sistem melakukan booting atau ketika pengguna secara manual menjalankannya. Disk checking dapat membantu mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan pada hard drive, tetapi terkadang juga dapat menyebabkan sistem berjalan lambat.

Jika Anda mendapati sistem Windows 10 Anda berjalan lambat atau sering melakukan disk checking, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk menghilangkannya. Artikel ini akan memandu Anda mengenai langkah-langkah menghilangkan disk checking pada Windows 10.

Selain itu, Anda juga dapat menonaktifkan disk checking secara permanen. Namun, perlu diingat bahwa menonaktifkan disk checking dapat berisiko karena dapat menyebabkan masalah pada hard drive jika tidak dilakukan pemeriksaan kesalahan secara berkala.

Cara Menghilangkan Disk Checking Windows 10

Berikut adalah 7 cara menghilangkan disk checking Windows 10:

  • Nonaktifkan Chkdsk
  • Perbaiki registry
  • Hapus file sistem yang rusak
  • Jalankan SFC scan
  • Jalankan DISM scan
  • Defrag hard drive
  • Ganti hard drive

Jika Anda telah mencoba semua cara di atas tetapi disk checking masih muncul, kemungkinan besar hard drive Anda mengalami kerusakan fisik. Dalam hal ini, disarankan untuk mengganti hard drive dengan yang baru.

Nonaktifkan Chkdsk

Salah satu cara menghilangkan disk checking Windows adalah dengan menonaktifkan Chkdsk. Chkdsk adalah alat bawaan Windows yang berfungsi untuk memeriksa dan memperbaiki kesalahan pada hard drive. Namun, terkadang Chkdsk dapat berjalan secara otomatis saat sistem melakukan booting, meskipun tidak diperlukan.
Untuk menonaktifkan Chkdsk, ikuti langkah-langkah berikut:
1. Buka Command Prompt sebagai administrator.
2. Ketik perintah berikut:
“`
chkntfs /x c:
“`
Catatan: Ganti “c:” dengan huruf drive yang ingin Anda nonaktifkan Chkdsk-nya.
3. Tekan Enter.
Setelah Anda menjalankan perintah tersebut, Chkdsk akan dinonaktifkan pada drive yang dipilih.
Namun, perlu diingat bahwa menonaktifkan Chkdsk dapat berisiko karena dapat menyebabkan masalah pada hard drive jika tidak dilakukan pemeriksaan kesalahan secara berkala. Oleh karena itu, disarankan untuk hanya menonaktifkan Chkdsk jika Anda yakin bahwa hard drive Anda dalam kondisi baik.

Perbaiki registry

Registry adalah database yang menyimpan pengaturan dan konfigurasi Windows dan program yang terinstal pada komputer Anda. Terkadang, entri registry yang rusak atau tidak valid dapat menyebabkan berbagai masalah, termasuk disk checking yang berjalan secara otomatis.
Untuk memperbaiki registry, Anda dapat menggunakan alat bawaan Windows yang disebut Registry Editor. Namun, perlu diketahui bahwa mengedit registry dapat berisiko jika Anda tidak tahu apa yang Anda lakukan. Oleh karena itu, disarankan untuk membuat cadangan registry sebelum melakukan perubahan apa pun.
Untuk memperbaiki registry terkait dengan disk checking, ikuti langkah-langkah berikut:
1. Buka Registry Editor dengan mengetik “regedit” pada kotak pencarian Windows dan tekan Enter.
2. Arahkan ke kunci registri berikut:
“`
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\WinLogon
“`
3. Pada panel kanan, cari nilai bernama “AutoCheckDisk” dan klik dua kali untuk mengeditnya.
4. Ubah nilai data menjadi “0” dan klik OK.
5. Tutup Registry Editor dan restart komputer Anda.
Setelah Anda melakukan perubahan ini, disk checking seharusnya tidak lagi berjalan secara otomatis saat sistem melakukan booting. Namun, perlu diingat bahwa perubahan ini hanya akan berlaku untuk drive sistem Anda. Jika Anda memiliki drive lain yang ingin Anda nonaktifkan disk checking-nya, Anda perlu mengedit registry secara terpisah untuk setiap drive.
Jika Anda tidak nyaman mengedit registry secara manual, Anda dapat menggunakan program pihak ketiga seperti CCleaner atau Wise Registry Cleaner untuk memperbaiki registry Anda secara otomatis. Namun, penting untuk dicatat bahwa program ini tidak selalu dapat diandalkan, jadi selalu disarankan untuk membuat cadangan registry sebelum menggunakannya.

FirebaseUserIsNull

File sistem adalah sistem yang bertanggung jawab untuk mengelola file dan direktori pada hard drive. Jika file sistem rusak, dapat menyebabkan berbagai masalah, termasuk disk checking yang berjalan secara otomatis.
Untuk memperbaiki file sistem yang rusak, Anda dapat menggunakan alat bawaan Windows yang disebut System File Checker (SFC). SFC akan memindai file sistem Anda dan mengganti file yang rusak dengan file yang sehat.
Untuk menjalankan SFC, ikuti langkah-langkah berikut:
1. Buka Command Prompt sebagai administrator.
2. Ketik perintah berikut dan tekan Enter:
“`
SFC /scannow
“`
3. SFC akan mulai memindai file sistem Anda. Proses ini bisa memakan waktu cukup lama, jadi bersabarlah.
4. Jika SFC menemukan file yang rusak, akan memperbaikinya secara otomatis.
Jika SFC tidak dapat memperbaiki file yang rusak, Anda dapat mencoba menggunakan alat perbaikan Windows yang lebih kuat yang disebut Deployment Image Servicing and Management (DISM). Untuk menjalankan DISM, ikuti langkah-langkah berikut:
1. Buka Command Prompt sebagai administrator.
2. Ketik perintah berikut dan tekan Enter:
“`
DISM /Online /Cleanup-Image /RestoreHealth
“`
3. DISM akan mulai memperbaiki image sistem Anda. Proses ini bisa memakan waktu lebih lama dari SFC, jadi bersabarlah.
4. Jika DISM berhasil memperbaiki image sistem Anda, restart komputer Anda.
Jika SFC dan DISM tidak dapat memperbaiki file sistem yang rusak, Anda mungkin perlu menginstal ulang Windows.

Jalankan SFC scan

SFC scan adalah alat bawaan Windows yang dapat digunakan untuk memindai dan memperbaiki file sistem yang rusak. File sistem yang rusak dapat menyebabkan berbagai masalah, termasuk disk checking yang berjalan secara otomatis.
Untuk menjalankan SFC scan, ikuti langkah-langkah berikut:
1. Buka Command Prompt sebagai administrator.
2. Ketik perintah berikut dan tekan Enter:
“`
sfc /scannow
“`
3. SFC scan akan mulai memindai file sistem Anda. Proses ini bisa memakan waktu cukup lama, jadi bersabarlah.
4. Jika SFC scan menemukan file yang rusak, akan memperbaikinya secara otomatis.
Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang SFC scan:
* SFC scan hanya akan memperbaiki file sistem yang dilindungi. File sistem yang tidak dilindungi tidak akan diperbaiki.
* SFC scan tidak akan memperbaiki file sistem yang rusak parah. File sistem yang rusak parah harus diperbaiki secara manual atau dengan menggunakan alat perbaikan sistem yang lebih kuat.
* SFC scan tidak selalu dapat memperbaiki semua file sistem yang rusak. Jika SFC scan tidak dapat memperbaiki file yang rusak, Anda dapat mencoba menggunakan alat perbaikan sistem yang lebih kuat seperti DISM atau menginstal ulang Windows.
Jika SFC scan tidak dapat memperbaiki file sistem yang rusak, Anda dapat mencoba menggunakan alat perbaikan sistem yang lebih kuat seperti DISM atau menginstal ulang Windows.AlterFieldM

Defrag hard drive

Defragmentasi hard drive adalah proses mengatur ulang file dan folder pada hard drive sehingga disimpan secara berurutan. Hal ini dapat meningkatkan kinerja hard drive dan mengurangi waktu yang diperlukan untuk mengakses file.
Disk checking sering kali berjalan secara otomatis pada hard drive yang terfragmentasi. Oleh karena itu, mendefrag hard drive dapat membantu menghilangkan disk checking.
Untuk mendefrag hard drive, ikuti langkah-langkah berikut:
1. Buka File Explorer dan navigasikan ke hard drive yang ingin Anda defrag.
2. Klik kanan pada hard drive dan pilih “Properties”.
3. Pada tab “Tools”, klik tombol “Optimize”.
4. Pada jendela “Optimize Drives”, pilih hard drive yang ingin Anda defrag dan klik tombol “Optimize”.
Proses defragmentasi bisa memakan waktu cukup lama, tergantung pada ukuran hard drive dan jumlah file yang terfragmentasi. Oleh karena itu, disarankan untuk mendefrag hard drive saat komputer tidak digunakan.
Setelah hard drive selesai didefrag, disk checking seharusnya tidak lagi berjalan secara otomatis. Namun, perlu diingat bahwa hard drive dapat terfragmentasi kembali seiring waktu, sehingga Anda mungkin perlu mendefrag hard drive secara berkala.

Ganti hard drive

Jika semua cara di atas tidak berhasil menghilangkan disk checking, kemungkinan besar hard drive Anda mengalami kerusakan fisik. Dalam hal ini, disarankan untuk mengganti hard drive dengan yang baru.
Berikut adalah beberapa tanda-tanda bahwa hard drive Anda mungkin mengalami kerusakan fisik:
* Disk checking berjalan secara otomatis secara teratur, meskipun tidak ada masalah yang ditemukan.
* Komputer sering mengalami blue screen atau crash.
* File dan folder hilang atau rusak.
* Hard drive mengeluarkan suara aneh, seperti bunyi klik atau grinding.
Jika Anda mengalami salah satu tanda-tanda ini, disarankan untuk segera mencadangkan data Anda dan mengganti hard drive. Anda dapat mengganti hard drive sendiri atau membawanya ke teknisi komputer untuk diganti.
Setelah Anda mengganti hard drive, disk checking seharusnya tidak lagi berjalan secara otomatis. Namun, perlu diingat bahwa hard drive baru juga dapat mengalami kerusakan fisik seiring waktu, sehingga penting untuk mencadangkan data Anda secara teratur.

FAQ

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum tentang cara menghilangkan disk checking Windows 10:

Pertanyaan 1: Mengapa disk checking berjalan secara otomatis di komputer saya?
Jawaban: Disk checking dapat berjalan secara otomatis karena beberapa alasan, seperti adanya file sistem yang rusak, hard drive yang terfragmentasi, atau bad sector pada hard drive.

Pertanyaan 2: Apakah aman untuk menonaktifkan disk checking?
Jawaban: Menonaktifkan disk checking dapat berisiko karena dapat menyebabkan masalah pada hard drive jika tidak dilakukan pemeriksaan kesalahan secara berkala. Oleh karena itu, disarankan untuk hanya menonaktifkan disk checking jika Anda yakin bahwa hard drive Anda dalam kondisi baik.

Pertanyaan 3: Bagaimana cara memperbaiki file sistem yang rusak?
Jawaban: Anda dapat memperbaiki file sistem yang rusak menggunakan alat bawaan Windows yang disebut System File Checker (SFC). SFC akan memindai file sistem Anda dan mengganti file yang rusak dengan file yang sehat.

Pertanyaan 4: Apakah defragmentasi hard drive dapat membantu menghilangkan disk checking?
Jawaban: Ya, defragmentasi hard drive dapat membantu menghilangkan disk checking karena dapat meningkatkan kinerja hard drive dan mengurangi waktu yang diperlukan untuk mengakses file.

Pertanyaan 5: Kapan saya harus mengganti hard drive?
Jawaban: Anda harus mengganti hard drive jika mengalami kerusakan fisik, seperti bad sector atau kepala baca-tulis yang rusak. Tanda-tanda kerusakan fisik pada hard drive antara lain disk checking yang berjalan secara otomatis secara teratur, blue screen atau crash yang sering terjadi, dan hilangnya file atau folder.

Pertanyaan 6: Bagaimana cara mencadangkan data saya?
Jawaban: Anda dapat mencadangkan data Anda menggunakan berbagai metode, seperti menyalin file ke hard drive eksternal, menggunakan layanan penyimpanan cloud, atau membuat image sistem.

Jika Anda memiliki pertanyaan lain tentang cara menghilangkan disk checking Windows 10, silakan tinggalkan komentar di bawah ini.

Selain cara-cara di atas, ada beberapa tips tambahan yang dapat Anda lakukan untuk membantu menghilangkan disk checking:

Tips

Selain cara-cara di atas, ada beberapa tips tambahan yang dapat Anda lakukan untuk membantu menghilangkan disk checking:
* **Hindari menginstal program yang tidak tepercaya.** Program yang tidak tepercaya dapat menginstal malware atau adware yang dapat merusak file sistem dan menyebabkan disk checking berjalan secara otomatis.
* **Gunakan perangkat lunak antivirus dan anti-malware yang terbarui.** Perangkat lunak antivirus dan anti-malware dapat membantu melindungi komputer Anda dari malware dan virus yang dapat merusak file sistem.
* **Hindari mematikan komputer secara paksa.** Mematikan komputer secara paksa dapat menyebabkan kerusakan pada file sistem dan menyebabkan disk checking berjalan secara otomatis.
* **Gunakan pembersih registri.** Pembersih registri dapat membantu membersihkan dan memperbaiki entri registri yang rusak yang dapat menyebabkan disk checking berjalan secara otomatis.
Dengan mengikuti tips-tips ini, Anda dapat membantu mengurangi risiko disk checking berjalan secara otomatis dan menjaga sistem Windows Anda berjalan dengan lancar.
Dengan mengikuti cara-cara dan tips yang telah dijelaskan di atas, Anda dapat menghilangkan disk checking Windows dan menjaga sistem Anda berjalan dengan lancar. >

Conclusion

Pada cara-cara, tips, dan faq di atas, Anda dapat menonaktifkan dan mengakkan penjadwalan di sistem operasi Windows. Kini dengan linux Anda dapat melakukan install ulang windows 10 menggunakan usb dengan cara yang sama seperti di atas, namun pastikan sudah memiliki lisensinya.
Spesial Terima kasih sudah membaca! Selamat mencoba, dan semoga berhasil ⚡

Images References :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top